No way! Bokepindo Kegiatanku bertambah dengan semaraknya demonstrasi di masa reformasi, hingga pernah suatu ketika aku menjadi target intai para intel militer dan polisi. “Begini saja, bagaimana kalau kamu ikut kita, karena saya ada voucher di café D hotel tempat saya menginap, jadi kita bisa manfaatkan voucher tersebut, dan melanjutkan diskusi kita, mungkin kamu bisa cerita banyak tentang kota S ini, bagaimana?”
“Tetapi saya tidak bawa mobil, maklum mahasiswa Mbak..”
“Lho hotel kita dekat kok, cukup jalan kaki saja, gimana mau nggak.”
Aku belum menjawab, tetapi kaki ini sudah terburu melangkah menyetujui usulannya. suara itu membangkitkan kemaluanku dengan cepat tegak berdiri dan sialan! karena plaza ini sudah tentu paling lengkap di kota S, apa saja ada di sini, termasuk mmhh..(tadinya aku mau bicara wanita, biasa gaya orang yang ceplas-ceplos, tapi buru-buru kupotong karena dia bertanya dengan jujur)”
“Oh ya..




















