Seakan sengaja memainkan SiJunior. Bokep indo Akumeringis merasai sentuhan kulit jarinya. Agar kejadian kemarinterulang. Lagi pula percuma,tadi saja di angkot aku kalah lawan kancing. Masih melongo.Itu jendelanya dirapetin dikit.., katanya lagi.Ini..? Tapi masih terhalang kain celana. Aku harusmemulai. Aku tidak menjepit tubuhnya.Tapi kakiku saja yang seperti memagari tubuhnya. Untung ada tissue yang tercecer, sehinggaada alasan buat Wien.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabargembira dari wanita yang menunggu telepon. Ah. Lihatlah iatadi begitu teliti membenahi semua perlatannya. Tapi eh.., seorang penumpang pakaikaos oblong, mati aku. Astaga. Kedua kali ia memasukkan jari tangannya. Lalu ia mengolesi dadakudengan cream. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatkusekilas. kataku makin berani.Kemudian aku merangkulnya lagi, menyiuminya lagi. Tetapi eh.., diamdiam iamencuri pandang ke arah juniorku. Ada sekatsekat,tidak tertutup sepenuhnya. Namun, tibatibakeberanianku hilang. Aku tidak berpakaian kini. Aku menanti dengandebaran jantung yang membuncahbuncah. Bicaraapa? Wanita muda itu sudah keluar




















