Aku nonton TV di ruang tengah lantai 2, karena TV di kamarku kecil. Video Bokep Sudah dinihari tampaknya. Hehehe, jelas bukan aku yang mengerjakan kostum untuk film-filem itu, tapi itulah gambaran pekerjaanku. Bahkan sesekali Silva menimpali dengan cerita horornya sendiri, seperti pada saat waktu dia sekolah SMA, dimana SMAnya bekas kuburan dan beberapa kali murid melihat penampakan di laboratorium kimia, siang hari bolong pula. “Ya, non tunggu sebentar,” Buru-buru saja aku mengambil kain untuk menutupi diriku, sampai bagian dada, kubiarkan tali kutangku keliatan, agar keliatan baru bangun tidur.Dan di depan pintuku telah berdisi si Tina dengan segala keindahannya. Penghasilanku di ILM jauh melebihi seorang pekerja senior di industri migas. Gila, begitu susahnya! AKu berbalik ke arah Silva dan menaruh tanganku ke paha mulusnya.Suara jam weker berdetak menambah sunyinya malam itu.




















