Dengan asal-asalan, aku pukul-pukul golok ke buah pisang itu, hingga terpental kesana-kemari. Bokep mom AKU RELAAAAAAA !”“Baiklah.”Entah darimana datangnya suara yang menggema di otakku, suara yang berat dan juga dalam. Aku menindihnya, di saat inilah aku sadar ada sesuatu yang lembut dan kenyal menyentuh dadaku.“Oouugghh,” payudara Sava merubah caraku memagut, aku masukan lidahku lebih dalam lagi, tanganku gak hanya bermain di sekitar punggungnya. Hanya senyap dan pekat yang tersisa. Dan sebuah daun pisang tersandar di sudut tembok seolah menyaksikan kami berdua.*****
“Dukung aku ya menang di final minggu depan !” kami berpelukan saat aku mengantarnya ke terminal.“Pasti, semangat ya, kamu harus menang !”Sava melepas peluknya, berjalan mundur menuju bus yang telah menunggunya, sambil terus berkata, “semangat semangat harus juara juara,” begitulah dengan gestur yang melenggang dan wajah yang ceria.“BRUUAAAAAAAAKKKKK,” sebuah mobil angkutan umum tiba-tiba menghantam Sava, dia terpental hingga beberapa meter, darah




















