“Ngapain kalian siut-siut?”
Dewi melihat Partodi cuman bersarung sambih berkaos oblong putih saja. Dewi benar-benar melihat dua orang lelaki berbadan tegap berdiri di belakangnya. Bokeb Dengan meludahi telapak tangannya dia mulai ngeloco. Dewi mengangkat pantatnya menerima genjotan kontol Lambert. Dengan mata sayu dia mentap mata Reza.“Pelan-pelan ya bang” Reza hanya tersenyum menganggukkan kepala. Aris hanya menggenggam tangan Dewi. Beberapa menit kemudian Fasa bisa dengar suara ibunya mengerang perlahan.“Ohhh bang…. Dia ingin Tedi segera menembakan air mani dalam mulutnya. Tangannya meremasi burungnya dan merasakan semacam nikmat.Dewi kembali membaringkan kepalanya di bantal sambil menarik nafas panjang. “Iyaaa…, bersenang-senang orang dewasa tuh bersenang-senang dengan cara mereka sendiri”
“Ibu gak papa?”
“Nggak kok… eh, emmm ibu juga tadi ikut bersenang-senang”
“Tapi kenapa mereka pakai topeng?”
“Karena… karena mereka cuma mau bersnang-senang sama ibu tapi gak mau dikenalin sama ibu”
“Ribet banget”
“Emang ribet, tapi emang gitu mereka inginnya”Perlahan-lahan Dewi memegang batang




















